KabarBugis.id — Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Sulawesi Selatan sekaligus Anggota Komisi X DPR RI, Ashabul Kahfi, menyampaikan apresiasi terhadap program Multi Years Project (MYP) Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di bawah kepemimpinan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman. Program tersebut dinilai sebagai upaya mempercepat pembangunan infrastruktur dan meningkatkan konektivitas antardaerah.
Pernyataan itu disampaikan Ashabul Kahfi dalam acara pelantikan pengurus PAN tingkat DPW dan DPD, serta pengurus DPW dan DPD PUAN (Perempuan Amanat Nasional) se-Sulawesi Selatan. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Claro Makassar, Rabu (07/10), dan dihadiri Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan.
Ashabul Kahfi menyebutkan, program MYP dengan total anggaran Rp3,7 triliun merupakan bagian dari upaya pemerintah provinsi dalam memperkuat konektivitas wilayah sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan dasar.
Program tersebut meliputi penanganan sekitar 1.000 kilometer jalan provinsi, pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi yang menunjang 54.000 hektare lahan pertanian, serta pembangunan rumah sakit regional di Kabupaten Gowa dan Luwu.
“Kami memberikan apresiasi kepada Bapak Gubernur beserta jajaran bahwa pembangunan melalui program MYP Rp3,7 triliun di sektor infrastruktur jalan, irigasi dan rumah sakit regional adalah ikhtiar besar untuk memperkuat konektivitas dan pemerataan antardaerah,” ujar Ashabul Kahfi.
Dalam program tersebut, pembangunan infrastruktur jalan menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian. Ashabul Kahfi menyoroti pengerjaan ruas Jalan Hertasning-Aroepala di Kota Makassar yang menggunakan metode betonisasi dan pengaspalan. Ruas jalan tersebut saat ini telah rampung dan sudah dapat dilalui kendaraan.
“Sepanjang saya melihat pekerjaan jalan beton di Sulawesi Selatan, saya baru menyaksikan jalan beton yang betul-betul berstandar tinggi dan terstruktur. Barusan dalam sejarah ada proyek jalan seperti ini,” ungkap Kahfi yang disambut tepuk tangan para kader PAN yang hadir.
Menurutnya, kualitas konstruksi menjadi faktor penting dalam pembangunan infrastruktur. Ia menilai pembangunan tidak cukup hanya diselesaikan secara administratif, tetapi juga harus memperhatikan mutu pekerjaan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
“Ini yang kita harapkan. Pembangunan bukan hanya selesai dibangun, tetapi kualitasnya juga harus dijaga sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat dalam waktu yang panjang,” pungkas Ashabul Kahfi.
Adapun dalam program MYP 2025–2027, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengalokasikan sekitar Rp2,5 triliun untuk penanganan infrastruktur jalan. Selanjutnya, sekitar Rp500 miliar disiapkan untuk pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi yang mendukung sekitar 54.000 hektare lahan pertanian.
Selain itu, anggaran sekitar Rp485 miliar dialokasikan untuk pembangunan rumah sakit regional di Gowa dan Luwu. Melalui berbagai proyek tersebut, pemerintah provinsi berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur, mendukung sektor pertanian, serta memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat.












