News  

TransNusa Tambah Frekuensi Penerbangan Makassar-Manado Mulai 10 Oktober

TransNusa Tambah Frekuensi Penerbangan Makassar-Manado Mulai 10 Oktober
Ilustrasi pesawat TransNusa (Dok: Ist)

KabarBugis.id — Maskapai TransNusa meningkatkan frekuensi penerbangan pada rute Makassar-Manado dari satu kali menjadi dua kali sehari mulai Sabtu (10/10). Penambahan jadwal ini memberikan alternatif waktu perjalanan yang lebih beragam bagi penumpang, mulai dari pelaku bisnis, aparatur sipil negara (ASN), hingga wisatawan.

Rute penerbangan yang menghubungkan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, dengan Bandara Sam Ratulangi di Manado, Sulawesi Utara, tersebut telah beroperasi sejak 28 September 2026.

Direktur Utama sekaligus Executive Vice President PT TransNusa Aviation Mandiri, Bayu Sutanto, menjelaskan bahwa pada tahap awal operasional, penerbangan hanya tersedia satu kali sehari. Mulai 10 Oktober, maskapai tersebut menambah frekuensi menjadi dua penerbangan setiap hari dengan jadwal pagi dan sore.

“Pada awalnya sampai tanggal 9 kita masih satu kali penerbangan, tetapi mulai tanggal 10 TransNusa melayani dua penerbangan, pagi dan sore hari,” kata Bayu.

Untuk jadwal pagi, pesawat dari Manado dijadwalkan berangkat pukul 07.30 WITA dan tiba di Makassar pada pukul 08.30 WITA. Selanjutnya, pesawat kembali terbang menuju Manado pada pukul 09.00 WITA.

Sementara itu, penerbangan sore dari Manado direncanakan berangkat sekitar pukul 15.30 WITA. Dengan adanya tambahan jadwal tersebut, penumpang diharapkan lebih mudah mengatur waktu perjalanan sesuai kebutuhan pekerjaan maupun kegiatan lainnya.

Bayu menyebutkan bahwa rute Makassar-Manado menyasar penumpang yang memerlukan perjalanan antarkota secara efisien, terutama ASN dan pekerja badan usaha milik negara (BUMN) yang memiliki agenda pekerjaan atau rapat di kota tujuan.

“Bisa berangkat pagi, pulang sore hari. Bagi beberapa kawan ASN atau BUMN yang ada rapat di Manado dan rapatnya hanya setengah hari, itu membantu sekali,” ujarnya.

Selain melayani kebutuhan perjalanan bisnis, TransNusa juga berupaya memanfaatkan potensi pariwisata melalui konektivitas kedua kota tersebut. Makassar dan Manado dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung pergerakan wisatawan di wilayah Indonesia timur.

“Tujuan utamanya adalah membawa semakin banyak turis, wisatawan mancanegara yang masuk melalui Manado maupun melalui Bali,” katanya.

Pada penerbangan perdana, TransNusa membawa 68 penumpang dari Manado dengan tingkat keterisian pesawat atau load factor lebih dari 70 persen. Bayu menilai hasil tersebut sebagai awal yang cukup positif. Ia berharap jumlah penumpang terus bertambah sehingga frekuensi penerbangan dapat kembali ditingkatkan pada masa mendatang.

Layanan penerbangan ini menggunakan pesawat COMAC C919 dengan kapasitas sekitar 95 penumpang. Untuk rute Makassar-Manado, TransNusa menawarkan tiket dengan harga mulai Rp1,8 juta hingga Desember 2026.

Bupati Maros, Chaidir Syam, menyambut baik penambahan konektivitas udara tersebut. Pasalnya, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin terletak di wilayah administrasi Kabupaten Maros. Ia menilai kehadiran rute ini berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus pengembangan sektor pariwisata.

“Yang paling utama, kita menganggap bahwa dengan penerbangan baru ini, TransNusa membuka jalur bagi pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan wisata,” kata Chaidir.

Chaidir juga menyoroti peluang untuk menghubungkan Geopark Maros-Pangkep dengan berbagai destinasi wisata di Manado hingga Raja Ampat melalui jaringan penerbangan di kawasan Indonesia timur.

“Jadi, mudah-mudahan dengan kehadiran ini bisa menambah wisatawan kita yang ada di Sulawesi Selatan pada khususnya,” ujarnya.

Di sisi lain, General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Ruly Artha, menyampaikan bahwa TransNusa menjadi maskapai ketiga yang melayani rute Makassar-Manado setelah Lion Air dan Batik Air.

Menurut Ruly, Makassar berperan sebagai salah satu hub penerbangan utama di Indonesia timur. Sementara itu, Manado memiliki daya tarik pariwisata sekaligus menjadi pintu masuk wisatawan mancanegara melalui penerbangan langsung dari sejumlah negara.

“Makassar memiliki peran penting sebagai penghubung warga negara asing yang akan masuk melalui Manado ke Sulawesi Selatan,” katanya.