News  

Dinkes Sulsel Minta Warga Waspadai Gejala Berat Influenza A

Dinkes Sulsel Minta Warga Waspadai Gejala Berat Influenza A
Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Evi Mustikawati Arifin (Dok: Ist)

KabarBugis.id — Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan mengimbau masyarakat agar mengenali tanda bahaya infeksi influenza A, khususnya demam tinggi yang tidak kunjung reda, sesak napas, dan kondisi tubuh yang semakin melemah. Infeksi ini dapat diawali dengan gejala menyerupai flu biasa, tetapi berpotensi berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Evi Mustikawati Arifin, menjelaskan bahwa influenza A dapat menimbulkan berbagai gejala, mulai dari demam, batuk, pilek, nyeri otot, sakit kepala, hingga tubuh terasa lemas. Karena itu, masyarakat diharapkan memperhatikan perkembangan gejala untuk mengetahui kapan perlu mendapatkan penanganan medis.

“Influenza A pada dasarnya merupakan salah satu jenis virus influenza yang gejalanya mirip dengan flu pada umumnya seperti demam, batuk, pilek dan juga nyeri-nyeri otot, sakit kepala dan badan terasa lemas,” kata Evi, Jumat (09/10).

Menurut Evi, influenza A memiliki beberapa subtipe, di antaranya H1N1 dan H3N2. Walaupun gejalanya serupa dengan infeksi saluran pernapasan yang umum ditemukan, penyakit ini tetap perlu diantisipasi karena dapat menyebabkan komplikasi pada kondisi tertentu.

Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh mengabaikan demam tinggi yang berlangsung terus-menerus, kesulitan bernapas, maupun penurunan kondisi tubuh secara drastis. Penurunan kesadaran juga menjadi salah satu tanda bahaya yang memerlukan pertolongan medis secepatnya.

“Jika demam tinggi menetap, sesak nafas, kondisi semakin lemah atau terdapat tanda bahaya lainnya maka segeralah periksa ke fasilitas pelayanan kesehatan,” katanya.

Kewaspadaan lebih tinggi diperlukan bagi kelompok yang rentan mengalami komplikasi, termasuk anak-anak, lanjut usia (lansia), ibu hamil, serta orang yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid. Kelompok tersebut dianjurkan segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala berat atau kondisi kesehatannya semakin menurun.

“Bagi anak-anak, lansia, ibu hamil, dan masyarakat yang memiliki penyakit penyerta, kita minta perhatian lebih karena kelompok tersebut lebih berisiko mengalami komplikasi,” katanya.

Dinkes Sulsel menyatakan bahwa fasilitas pelayanan kesehatan, baik puskesmas maupun rumah sakit, tetap siap memberikan layanan pemeriksaan, pemantauan, deteksi, serta penanganan pasien berdasarkan kondisi klinis masing-masing.

Penanganan influenza disesuaikan dengan tingkat keparahan gejala. Pasien dengan kondisi ringan umumnya dapat menjalani perawatan suportif, termasuk beristirahat secara cukup. Sementara itu, pasien dengan gejala berat mungkin memerlukan tindakan medis lebih lanjut.

Menanggapi kondisi cuaca panas dan fenomena El Nino, Evi menjelaskan bahwa influenza A merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus, bukan akibat langsung dari tingginya suhu udara. Oleh sebab itu, cuaca panas tidak dapat dianggap sebagai penyebab tunggal terjadinya infeksi influenza A.

“Pada prinsipnya influenza disebabkan oleh virus bukan semata-mata karna cuaca panas atau El Nino. Jadi kita tidak bisa mengatakan bahwa panas secara langsung menyebabkan influenza A,” jelasnya.

Meski tidak menjadi penyebab langsung influenza A, cuaca panas tetap dapat meningkatkan risiko kelelahan dan dehidrasi apabila masyarakat tidak menjaga kondisi tubuh. Untuk mengantisipasinya, masyarakat disarankan memenuhi kebutuhan cairan, mengonsumsi makanan bergizi, mencukupi waktu tidur, serta membatasi aktivitas fisik berat saat matahari sedang terik.

Selain menjaga kondisi fisik, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat juga penting untuk mengurangi risiko penularan infeksi saluran pernapasan. Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan mencuci tangan secara rutin, mengenakan masker ketika sedang sakit atau berada di tempat ramai, serta menerapkan etika batuk dan bersin.

Evi mengingatkan masyarakat agar tetap waspada tanpa menimbulkan kepanikan. Pengenalan gejala sejak dini dan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan ketika muncul tanda bahaya menjadi langkah penting dalam menghadapi risiko infeksi influenza A.

“Pesan kami, waspada itu bagus, tetapi panik jangan,” pungkasnya.