News  

Dinkes Sulsel Imbau Warga Cegah Gangguan Pernapasan akibat Polusi Udara

Dinkes Sulsel Imbau Warga Cegah Gangguan Pernapasan akibat Polusi Udara
lustrasi kualitas udara buruk (Dok: Ist)

KabarBugis.id — Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan (Sulsel) mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan pernapasan akibat menurunnya kualitas udara. Kondisi tersebut perlu diantisipasi seiring meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Masyarakat juga dianjurkan memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan untuk mengurangi paparan polutan.

Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Evi Mustikawati Arifin, menyampaikan bahwa sejumlah tindakan pencegahan perlu dilakukan untuk menekan risiko gangguan kesehatan akibat polusi udara. Imbauan ini ditujukan untuk menjaga kesehatan masyarakat di tengah kemungkinan penurunan kualitas udara di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan.

“Untuk menyikapi peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan serta potensi penurunan kualitas udara di wilayah Sulawesi Selatan, kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk melakukan beberapa upaya pencegahan,” kata dr. Evi, Jumat (09/10).

Salah satu upaya yang disarankan ialah mengenakan masker ketika beraktivitas di luar rumah atau berada di tempat ramai. Langkah ini bertujuan mengurangi paparan partikel dan zat pencemar yang terdapat di udara.

Masyarakat juga diingatkan untuk menjaga kebersihan diri dengan mencuci tangan secara rutin menggunakan sabun dan air mengalir. Jika diperlukan, pembersih tangan atau hand sanitizer dapat digunakan sebagai alternatif. Selain itu, etika batuk dan bersin perlu diterapkan dengan menutup mulut serta hidung menggunakan tisu atau siku bagian dalam.

Evi turut mengimbau warga untuk mencukupi kebutuhan air minum agar terhindar dari dehidrasi. Dalam kondisi cuaca panas, masyarakat disarankan menggunakan pelindung seperti payung atau topi ketika berada di bawah sinar matahari. Penggunaan pakaian longgar yang mampu menyerap keringat juga dianjurkan untuk menjaga kenyamanan tubuh.

Untuk mempertahankan daya tahan tubuh, masyarakat perlu mengonsumsi makanan bergizi seimbang, melakukan olahraga ringan, serta mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Kebiasaan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kondisi kesehatan ketika risiko penurunan kualitas udara meningkat.

Apabila mengalami keluhan kesehatan yang diduga berkaitan dengan paparan polusi udara, masyarakat diminta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan. Pemeriksaan medis diperlukan agar keluhan dapat ditangani sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.

“Segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan jika menagalami gangguan kesehatan akibat polusi udara,” ujarnya.

Evi mengajak seluruh masyarakat untuk menjalankan langkah pencegahan tersebut demi melindungi kesehatan diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar. Ia menekankan bahwa kewaspadaan serta penerapan kebiasaan hidup sehat merupakan tanggung jawab bersama.

“Jaga diri, jaga keluarga, jaga lingkungan. Sulawesi Selatan sehat, masyarakat terlindungi,” pungkasnya.