KabarBugis.id — Mahasiswa Universitas Fajar dari Jurusan Ilmu Komunikasi telah melaksanakan seminar edukasi bertema “Cintai Lingkungan Sekolah: Bersih itu Sehat, Kotor itu Penyakit” pada Sabtu, 24 Januari 2026, bertempat di SD Negeri Panaikang 1. Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas 5 dan 6 dengan tujuan menumbuhkan kesadaran pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sejak usia dini.
Seminar ini diselenggarakan setelah mahasiswa melakukan observasi terlebih dahulu di lingkungan sekolah. Dari hasil pengamatan dan diskusi bersama pihak guru, ditemukan bahwa salah satu permasalahan yang cukup mendesak dan sering terjadi di SD Negeri Panaikang 1 adalah kurangnya kesadaran siswa dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Oleh karena itu, tema cinta lingkungan diangkat sebagai fokus utama kegiatan edukasi ini.
Dalam seminar tersebut, siswa diperkenalkan pada konsep lingkungan sekolah sebagai ruang bersama yang perlu dijaga. Materi mencakup area-area penting seperti ruang kelas, kantin, halaman sekolah, serta fasilitas toilet yang harus dirawat dengan baik agar menciptakan suasana belajar yang sehat dan nyaman.
Acara ini turut menghadirkan pemateri khusus, Wahyu Kurniawan, Duta Lingkungan Hidup Kota Makassar Tahun 2023. Melalui penyampaian materi yang ringan dan komunikatif, Wahyu mengajak para siswa untuk memulai perubahan dari hal-hal kecil yang dapat dilakukan setiap hari.
Suasana seminar berlangsung meriah dan penuh antusias. Selain sesi pemaparan materi, kegiatan juga diselingi dengan bernyanyi bersama, permainan edukatif, serta kuis interaktif. Untuk meningkatkan semangat siswa, panitia membagikan hadiah kepada anak-anak yang aktif berpartisipasi dalam kegiatan.
Perwakilan guru SD Negeri Panaikang 1, Ibu Nulfa, menyampaikan apresiasinya serta berharap kegiatan ini memberi dampak nyata bagi kebiasaan siswa di sekolah.
“Kami berharap setelah adanya sosialisasi ini, siswa mampu menerapkan kebiasaan baik dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah, seperti membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan toilet setelah digunakan. Jika dilakukan secara konsisten, lingkungan sekolah akan menjadi lebih sehat dan nyaman, sehingga dapat mengurangi risiko penyakit yang membuat anak-anak tidak dapat mengikuti pelajaran. Kami sangat mengapresiasi kegiatan positif ini,” ujar Ibu Nulfa.
Panitia kegiatan juga menegaskan bahwa seminar ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, tetapi menjadi langkah awal dalam membentuk budaya peduli lingkungan di sekolah.
“Kami berharap seminar ini bukan hanya menjadi acara yang lewat begitu saja, melainkan mampu menumbuhkan kesadaran siswa untuk menjaga lingkungan sekolah. Sekolah adalah rumah kedua bagi anak-anak, sehingga sudah sepatutnya dirawat bersama agar mereka tetap nyaman dalam proses belajar mengajar,” ungkap panitia.
Salah satu siswa peserta seminar, Anggun, juga menyampaikan pendapatnya mengenai pentingnya lingkungan sekolah yang bersih.
“Sekolah yang bersih bikin kita lebih semangat dan belajar jadi lebih fokus. Kalau fokus, kita bisa jadi lebih pintar,” katanya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Universitas Fajar berharap dapat berkontribusi dalam membentuk generasi muda yang lebih peduli terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan. Seminar ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk terlibat langsung dalam edukasi masyarakat, khususnya dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan nyaman bagi anak-anak.
