KabarBugis — Orang tua MF (18) yang memukul Wakil Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Sinjai, Sulawesi Selatan, Aiptu Rajamuddin angkat bicara terkait perbuatan anaknya hingga dikeluarkan dari sekolah atau drop out (DO).
“Saya memohon maaf selaku orang tua siswa yang sebesar-besarnya, kepada bapak Mauluddin, SMA Negeri 1 Sinjai, kepada PGRI dan dunia pendidikan, terkhusus warga Sinjai, saya mohon maaf kejadian tersebut,” kata Aiptu Rajamuddin, Kamis (18/09).
Rajamuddin mengaku dirinya sempat berusaha melerai tindakan anaknya MF yang memukul Wakasek SMA Negeri 1 Sinjai di ruang Badan Konseling (BK).
“Saya sempat melerai anak saya. Saya ada di ruang BK. Saat itu dihubungi untuk datang ke sekolah, karena sebelumnya bolos,” ungkapnya.
Setelah peristiwa itu, Aiptu Rajamuddin juga mengaku dirinya sempat memarahi MF atas perbuatannya yang tidak pantas itu.
“Setelah kejadian, anak saya dibawa ke ruang guru. Nah, saya sampaikan anak saya, ada guru disitu untuk pergi minta maaf, karena bikin malu saya. Tidak ada pembiaran,” jelasnya.
Akibat perbuatan anaknya, Aiptu Rajamuddin telah diperiksa oleh Propam Polres Sinjai dan menyerahkan kasus tersebut ke pihak kepolisian.
“Saya serahkan ke pihak berwajib, apapun hasilnya saya akan menerima dengan lapang dada. Saya sempat diambil keterangan dengan propam,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Siswa SMA Negeri 1 Sinjai, MF (18) dikeluarkan dari sekolahnya setelah memukul wakil kepala sekolahnya, Mauluddin karena tidak terima dilaporkan bolos dalam mata pelajaran.
“Setelah kejadian itu, kita langsung rapat di dewan guru, sehingga diputuskan tidak ada guru yang menerima anak ini. Jadi dikeluarkan pada hari itu juga,” kata Kepala SMAN 1 Sinjai, Muh Suardi, Kamis (18/09).
Meski demikian, kata Suardi pihaknya tetap akan mengeluarkan surat keterangan pindah dan berharap akan ada sekolah lain menerima MF untuk kembali mendapatkan pendidikan.
“Kalau ada sekolah yang mau menerimanya, kami akan buatkan surat pindah, karena anak itu berhak mendapatkan pendidikan,” kata Suardi.
Atri Suryatri Abbas
