KabarBugis.id — Pemerintah Kabupaten Toraja Utara mulai mematangkan berbagai persiapan untuk menyambut pelaksanaan Prawira Persekutuan Kaum Bapak Gereja Toraja (PKB-GT). Persiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Bupati Toraja Utara Frederik Victor Palimbong, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PKB-GT, di Aula SMK Kristen Tagari, Senin (26/10).
Rapat koordinasi bersama panitia Prawira PKB-GT tersebut difokuskan pada kesiapan fasilitas, pelayanan, dan kenyamanan peserta yang diperkirakan datang dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam arahannya, Frederik menekankan pentingnya peran pemerintah daerah sebagai tuan rumah yang mampu memberikan pelayanan terbaik. Ia meminta seluruh perangkat daerah bekerja sama menciptakan lingkungan yang aman, bersih, tertib, dan ramah bagi peserta maupun tamu yang berkunjung ke Toraja Utara.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita menyambut tamu dengan sangat baik dan ramah. Kita harus memastikan lokasi kegiatan sesuai kebutuhan, lingkungannya bersih, penerangan memadai, serta seluruh fasilitas pendukung dapat berfungsi dengan baik,” tegasnya.
Kebersihan lingkungan dan ketersediaan penerangan jalan menjadi salah satu perhatian utama dalam rapat tersebut. Frederik meminta perangkat daerah terkait bersama pemerintah kecamatan dan kelurahan memastikan kebersihan wilayah masing-masing, terutama di kawasan Alun-alun, Art Center, dan Lapangan Tagari yang menjadi bagian penting dari pelaksanaan kegiatan.
Pengaturan lalu lintas juga menjadi fokus persiapan. Bupati meminta Dinas Perhubungan dan Satlantas Polres Toraja Utara bersama pihak terkait menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan. Pengaturan jalur masuk dan keluar di sekitar lokasi kegiatan juga perlu diperhatikan.
Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga kelancaran mobilitas peserta dan masyarakat selama seluruh rangkaian acara berlangsung.
Selain itu, Frederik menyoroti kebutuhan air bersih bagi peserta yang akan menginap di sejumlah lokasi. Ia meminta setiap klasis melakukan pendataan tempat penginapan beserta kebutuhan airnya agar distribusi dapat dilakukan secara terarah.
Koordinasi dengan perangkat daerah terkait juga diperlukan untuk memastikan ketersediaan air bersih dapat menjangkau seluruh lokasi penginapan peserta.
Dari sisi pelayanan kesehatan dan keamanan, Bupati menginstruksikan agar tenaga kesehatan dan ambulans disiapkan di sejumlah titik strategis. Petugas juga diminta bersiaga selama kegiatan untuk mengantisipasi kemungkinan kondisi darurat.
Unsur keamanan dan ketertiban turut diminta memperkuat koordinasi agar seluruh rangkaian Prawira PKB-GT dapat berlangsung aman dan lancar.
Sementara itu, Ketua Panitia Prawira PKB-GT, Pnt. Paulus Tangke, mengungkapkan bahwa sekitar 90 dari total 100 klasis yang tersebar di Indonesia telah mengonfirmasi keikutsertaan berdasarkan perkembangan pendataan panitia.
Dengan perkiraan jumlah peserta yang bervariasi di setiap klasis, panitia memproyeksikan kehadiran sekitar 5.000 orang. Jumlah tersebut belum termasuk anggota keluarga yang turut datang.
Paulus menjelaskan, rangkaian kegiatan nantinya tidak hanya diisi perlombaan dan penampilan, tetapi juga diskusi yang mengangkat sejumlah topik strategis. Pembahasan tersebut berkaitan dengan kehidupan keluarga, pelayanan gereja, dan budaya.
Melalui koordinasi bersama pemerintah daerah, panitia berharap seluruh kebutuhan teknis dan fasilitas pendukung dapat dipersiapkan secara optimal.
Pemkab Toraja Utara menegaskan komitmennya untuk mendukung kelancaran Prawira PKB-GT melalui koordinasi lintas perangkat daerah. Persiapan mencakup kebersihan lingkungan, penerangan, penyediaan air bersih, rekayasa lalu lintas, pelayanan kesehatan, hingga pengamanan.
Selain menjadi momentum kebersamaan dan pelayanan bagi kaum bapak Gereja Toraja, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkenalkan potensi pariwisata Toraja Utara kepada ribuan peserta dan pengunjung dari berbagai daerah.
