News  

Bapperida Toraja Utara Perkuat Kolaborasi untuk Pengembangan Kopi Berkelanjutan

Bapperida Toraja Utara Perkuat Kolaborasi untuk Pengembangan Kopi Berkelanjutan
Rapat Koordinasi Penyusunan Rencana Kerja Forum Koordinasi Kopi Berkelanjutan Kabupaten Toraja Utara (Dok: Ist)

KabarBugis.id — Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Toraja Utara menggelar Rapat Koordinasi Penyusunan Rencana Kerja Forum Koordinasi Kopi Berkelanjutan di Rumah Makan Ayam Penyet Ria, Rantepao, Selasa (27/10).

Kegiatan tersebut diikuti 74 peserta dari berbagai unsur pemangku kepentingan. Peserta terdiri atas kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait beserta staf, Kepala Badan Pusat Statistik, Kepala UPTD KPH Saddang II, Ketua TP PKK Kabupaten Toraja Utara, pimpinan perusahaan kopi, para camat, perwakilan BPD Sulselbar Cabang Rantepao, Wakil Rektor Bidang Riset, Publikasi dan Inovasi Universitas Kristen Indonesia Toraja, serta pihak terkait lainnya.

Rapat koordinasi ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan pembentukan Forum Koordinasi Kopi Berkelanjutan Kabupaten Toraja Utara yang telah dilaksanakan pada 5 Agustus 2026.

Pertemuan tersebut bertujuan menyusun rencana kerja sekaligus memperkuat koordinasi dan pembagian peran antarpemangku kepentingan dalam mengembangkan komoditas kopi secara berkelanjutan.

Rapat dibuka oleh Kepala Bapperida Kabupaten Toraja Utara, Yohanis Rerung Sau’, didampingi Director in Southeast Asia sekaligus Cocoa and Coffee Programme Manager in Indonesia dari Rikolto, Nuzul Qudri, serta Hendrik selaku Pengawas Koperasi PPKT.

Dalam arahannya, Yohanis Rerung Sau’ menekankan bahwa pengembangan kopi berkelanjutan membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Kerja sama tersebut perlu melibatkan pemerintah daerah, organisasi nonpemerintah (NGO), kelompok tani, koperasi, sektor swasta, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Ia berharap forum tersebut dapat menjadi wadah untuk menyelaraskan program, mengidentifikasi berbagai persoalan, serta merumuskan strategi dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing kopi Toraja Utara.

Yohanis juga menyampaikan apresiasi kepada Rikolto atas dukungan dan pendampingan yang diberikan. Dukungan tersebut terutama berkaitan dengan penguatan kelompok tani, pengembangan koperasi, serta koordinasi perizinan bagi petani kopi yang beraktivitas di kawasan hutan.

Menurutnya, pengembangan komoditas kopi sebagai sektor strategis membutuhkan dukungan menyeluruh. Hal itu mencakup penyediaan bibit, pendampingan petani, penguatan kelembagaan, hingga akses perizinan dan pemasaran.

Selain peningkatan produktivitas, regenerasi petani juga menjadi perhatian. Ia mendorong keterlibatan generasi muda agar sektor pertanian, khususnya usaha kopi, tetap memiliki keberlanjutan.

“Upaya tersebut perlu dibarengi dengan peningkatan kualitas hasil panen, pengembangan nilai tambah produk, serta perluasan akses pasar agar usaha kopi semakin menarik dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani”, tuturnya.

Sementara itu, Nuzul Qudri menjelaskan bahwa Rikolto merupakan organisasi nonpemerintah internasional asal Belgia yang berfokus pada pengembangan sistem pangan berkelanjutan dan rantai pasok pertanian, termasuk komoditas kopi dan kakao.

Ia menyebutkan, keberlanjutan kopi Toraja masih menghadapi sejumlah tantangan. Beberapa di antaranya adalah produktivitas yang perlu ditingkatkan, usia tanaman kopi yang sudah tua, serta berkurangnya minat generasi muda untuk berprofesi sebagai petani kopi.

Menurut Nuzul, peremajaan tanaman kopi perlu menjadi perhatian bersama. Langkah tersebut juga harus disertai pembangunan ekosistem pertanian yang mampu memberikan peluang ekonomi lebih baik bagi generasi muda.

Ia menegaskan bahwa upaya menjaga keberlanjutan kopi tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja.

“Diperlukan sinergi antara pemerintah, organisasi pendamping, koperasi, kelompok tani, dan sektor swasta untuk memperkuat rantai pasok serta meningkatkan daya saing kopi Toraja”, tegasnya.

Nuzul turut menyambut positif pembentukan forum koordinasi tersebut. Forum ini dinilai dapat menjadi ruang komunikasi bagi para pemangku kepentingan untuk menyampaikan persoalan, menyelaraskan program, dan menyusun langkah konkret dalam pengembangan kopi berkelanjutan.

Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Toraja Utara berharap dapat menghasilkan rencana kerja yang terarah, terukur, dan kolaboratif. Rencana tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas kopi Toraja, memperluas akses pasar, memperkuat kelembagaan petani, serta mendorong peningkatan kesejahteraan petani dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Exit mobile version