KabarBugis.id — Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan akan melakukan rotasi besar-besaran terhadap pejabat tinggi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Rotasi tersebut disebut akan menyasar berbagai posisi strategis, mulai dari Kepala Kantor Wilayah hingga Kepala Pelabuhan di seluruh Indonesia.
“Rotasi akan menyasar sejumlah pejabat, mulai dari Kepala Kantor Wilayah termasuk Kepala Pelabuhan di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Purbaya, Selasa (27/01).
Ia menegaskan, perombakan akan dilakukan secara drastis dalam waktu dekat. “Untuk Bea Cukai, saya akan mendapat kejutan drastis, mungkin beberapa hari lagi, saya ganti semua kantornya selain Dirjen, di sekitarnya,” katanya.
Menurut Purbaya, perombakan juga akan menyentuh pejabat di lima pelabuhan terbesar di negeri. Ia menyebut langkah tersebut sebagai pesan tegas bagi seluruh pegawai otoritas kepabeanan agar meningkatkan kinerja, terutama dalam menekan praktik underinvoicing yang berdampak pada penerimaan negara.
“Agar bekerja secara maksimal dari maraknya melakukan praktik underinvoicing yang menyebabkan penerimaan negara tidak optimal,” ucapnya.
Purbaya menambahkan, pergantian pejabat akan dilakukan bertahap dari level bawah ke atas dan ditargetkan rampung dalam kurun dua minggu. Ia menyebut kebijakan ini sebagai suatu bentuk “shock Therapy” agar kinerja penerimaan negara lebih agresif, tidak hanya di bea cukai tetapi juga sektor pajak.
“Kami punya harapan, tapi perlu shock terapi agar mereka bekerja lebih keras, pajak juga demikian,” paparnya.
Lebih lanjut, Purbaya mengatakan rotasi ini sejalan dengan upaya memperkuat tiga pilar penerimaan negara, yakni pajak, bea cukai, dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Ia menekankan pentingnya menutup kesenjangan kebocoran pendapatan demi menekan defisit anggaran.
“Seluruh kebocoran ditutup semaksimal mungkin. Defisit anggaran nantinya akan dikurangi semaksimal mungkin dengan perbaikan kerja bea cukai dan pajak,” tuturnya.
